Setiap tahun pada 29 Oktober, dunia memperingati World Stroke Day (Hari Stroke Sedunia). Pada tahun 2025, tema yang diusung adalah “Bertindak SEGERA” — sebuah ajakan agar setiap orang memahami bahwa waktu adalah faktor yang sangat krusial dalam penanganan stroke.
Menurut World Stroke Organization (WSO), kampanye tahun ini menekankan pentingnya mengenali tanda-tanda stroke serta urgensi untuk segera mengambil tindakan (#ActFAST).
Pada tahun 2021, The Lancet menerbitkan studi epidemiologi komprehensif mengenai beban stroke di seluruh dunia. Hasilnya menunjukkan angka kejadian stroke baru sebesar 142 per 100.000 penduduk per tahun. Di Indonesia, angka tersebut lebih tinggi, yaitu 171,5 per 100.000 penduduk per tahun, dengan indeks laju kematian 0,96. Indeks di bawah 1 menunjukkan bahwa selain banyak pasien meninggal akibat stroke, sebagian besar di antaranya merupakan pasien yang sebelumnya sudah pernah mengalami stroke. Meskipun saat itu dunia dilanda pandemi Covid-19, sejumlah negara lain tetap mencatat indeks laju kematian di atas 1. Di kawasan Asia Tenggara, peringkat Indonesia hanya lebih baik dibandingkan Timor Leste, Kamboja, dan Laos.
Dengan mengusung tema “Bertindak SEGERA”, harapannya setiap individu—baik pasien, keluarga, tenaga kesehatan, maupun pembuat kebijakan—tidak menunda tindakan ketika gejala stroke muncul. Tindakan cepat adalah kunci untuk menyelamatkan nyawa sekaligus meminimalkan dampak jangka panjang.
#BertindakSEGERA

